Harga Panen Anjlok, YP3I – ACT Bahu Membahu “Selamatkan” Petani Ubi

YP3I, PALEMBANG – Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) bersama Global Wakaf – ACT bergerak cepat dan berperan untuk menyelamatkan petani ubi di dua kecamatan, Kecamatan Trawas dan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Pasca anjloknya harga panen ubi di kalangan petani dua kecamatan tersebut, YP3I dan ACT bersinergi membeli ubi para petani sesuai dengan harga biasanya dan langsung didistribusikan kepada pesantren – pesantren yang ada.

Ketua Umum YP3I, Dr H Marzuki Alie menegaskan, jika pihaknya ikut berperan dalam aksi selamatkan petani ubi bersama Global Wakaf-ACT. Kolaborasi itu diwujudkan dengan target pembelian 1.000 ton ubi kepada petani di Kecamatan Trawas dan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Februari ini.

Menurutnya, ketahanan pangan sudah lama menjadi perhatian pesantren. YP3I pun membuat Gerakan Masyarakat Pesantren untuk Kedaulatan Pangan Indonesia. “Menjaga pangan harus dimulai dari akarnya, yakni kesejahteraan petani. Untuk aksi ini pun YP3I menggerakkan sejumlah santri untuk membantu proses panen di sejumlah desa,” kata Marzuki.

Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) ini pun menegaskan jika dalam sembilan hari penyelematan petani ubi tahap awal yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto dengan target 250 ton sudah rampung di panen.

 

“Program penyelamatan ini tidak hanya di rasakan oleh petani ubi yang sedang berada di ambang kerugian, 60 buruh tani pun juga ikut terbantu ekonominya melalui sedekah kerja,” imbuhnya.

Seperti diketahui, harga ubi di sejumlah kecamatan di Mojokerto anjlok pada musim panen, yang tiba sekitar Desember-Januari lalu.Berdasarkan data yang dihimpun timnya, ubi hasil panen petani di Kecamatan Trawas dan Kecamatan Pacet hanya dihargai Rp200 per kilogram dari harga 1.000 – 1.300 perkilogramnya. Panen ubi ini ditargetkan menjangkau 3.000 pesantren di Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah. (andhiko tungga alam)