Gema Petani : Bahu Membahu Rangkul Petani di Masa Pandemi

Belum berakhirnya masa pandemi COVID-19 di Indonesia berimbas terhadap pendapatan masyarakat. Meski demikian, banyak hal yang harus dilakukan agar kehidupan masyarakat dapat terus bertahan di tengah pandemi ini.

Ketua Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia, Dr H Marzuki Alie, SE MM mengimbau kepada untuk senantiasa membantu sesama dengan menyisihkan sedikit harta untuk membantu siapapun yang membutuhkan.

“Baik yang memang punya kekayaan yang besar, maupun yang pas-pasan. Tidak usah takut untuk bersedekah, karena sedekah tidak akan membuat kita miskin. Sedekah itu akan memperkaya diri kita. Karena sesungguhnya, uang yang kita sedekahkan itulah adalah uang kita pada saat nanti kita menghadap Allah SWT,” ajak Marzuki.

Amalan memberi yang tepat bagi Marzuki salah satunya lewat wakaf. Marzuki sendiri baru-baru ini ikut berpartisipasi dalam kerja sama dengan Global Wakaf – ACT untuk membantu para petani yang saat ini sedang dirundung kesulitan.

“Kita sudah melakukan penandatanganan antara Gema Petani dan Global Wakaf – ACT, untuk pembiayaan menanam padi seluas 500 hektare. Ini sesuatu awal yang luar biasa baiknya. Kami sebagai pengelola Gerakan Masyarakat Pesantren untuk Ketahanan Pangan Indonesia (Gema Petani) yang ingin membangkitkan ekonomi pertanian, khususnya di level pesantren. Kami kesulitan dana, namun begitu ada lembaga yang mengelola wakaf, kami merasa seperti orang mengantuk diberi bantal,” jelasnya.

Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM) ini pun merasa punya tanggung jawab yang besar untuk mengelola dana ini demi kepentingan umat. Oleh karenanya, ia berharap dukungan dari para dermawan agar kerja sama ini dapat terus berkembang.

“Saya kira ini sesuatu yang luar biasa, yang harusnya mampu kita tumbuh kembangkan dalam rangka kita membangun ekonomi umat menuju masyarakat sejahtera adil dan makmur,” pungkasnya. (andhiko tungga alam) (igmtvnews.com)