Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) Launching E-Comerce dan Program Gema Petani

Pesantren dan UKM yang diwakili para kyai di Jawa Timur menggelar deklarasi gerakan Closed Loop Economy di Pesantren Riyadhul Jannah Jalan Raya Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto,Jawa Timur, Sabtu (15/08/2020) pagi.

Informasi yang diterima, YP3I didirikan para Kiai dan sejumlah tokoh Nasional diantaranya Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin, Alm. KH. Dr. (H.C) Ir. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) Pengasuh Pesantren, KH Mahfudz Syaubari (Pengasuh Pesantren Riyadlul Jannah) Pacet Mojokerto, DR. Marzuki Alie (Mantan Ketua DPR 2009-2014).

Heppy Trenggono, Presiden IIBF dan Gerakan Beli Indonesia, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro (Pengasuh Pesantren An-Najah Tambak Beras Jombang), Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, Prof. Dr. Muhammad Nuh (Mantan Mendikbud RI) , KH. Ihya’ Ulumuddin (Pengasuh Pesantren Nurul Haramain Pujon Malang), dan para Habaib & Kyai dari berbagai Pondok Pesantren di Indonesia.

Inisiatif yang dilakukan oleh para Kyai dari berbagai Pesantren Jawa Timur ini tidak lepas karena dipicu oleh kekhawatiran akan berlanjutnya krisis ekonomi dan antisipasi atas kemungkinan kesulitan kelangkaan pangan yang harus dihadapi oleh masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, sejak Covid- 19 keadaan ekonomi masyarakat semakin tertekan, Bapenas memperkirakan akan terdapat pengangguran baru setidaknya 12 juta orang akibat Covid 19 ini.

Closed Loop Economy ini dilakukan untuk menyelamatkan Perekonomian dengan memanfaatkan konsumsi yang ada di lingkungan Pesantren sendiri. Dengan tema Beli Pesantren, Bela Pesantren. Para tokoh yang tergabung di dalamnya berharap bisa melakukan upaya penyelamatan ekonomi dari Pesantren, Oleh pesantren, dan untuk pesantren.

Dari pertemuan tersebut, YP3I (Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia) yang menjadi motor dari gerakan ini, memperkenalkan dua platform digital yaitu platform e-Commerce TRENPEDIA.ID dan platform e-Money EIDUPay.

Heppy Trenggono, selaku Wakil Ketua Umum YP3I Bidang Ekonomi yang juga Pemimpin Gerakan Beli Indonesia dalam kesempatan tersebut menyampaikan, hal ini diciptakan guna memberikan tambahan wawasan dan mempertahankan kesejahteraan pangan yang ada di pesantren.

“Dengan upaya membangun ekonomi berbasis komunitas ini kita berharap bisa membuat Pesantren lebih mandiri, produktif, dan bisa berperan dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama membantu UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, di era perekonomian saat ini, peran aktif masyarakat untuk saling membantu sesama lain sangat diharapkan, dengan hal yang mudah seperti membeli produk lokal buatan sendiri akan membuat ketahanan pokok akan terjaga.

“Bahwa dengan mengutamakan membeli produk-produk sendiri maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi di kalangan mereka sendiri,” tambahnya.

Untuk itu, YP3I akan mentargetkan pilot proyek pembangunan ekonomi pesantren di Jawa Timur ini, bisa berjalan dengan baik sehingga pola yang sama bisa diterapkan pada pesantren di seluruh Indonesia yang berjumlah 28.000 lebih.

Sementara itu, Ketua Gema Petani Agus Yahya dalam sambutannya mengatakan, bahwa program kerja gema petani ialah, mengajak semua santri disemua ponpes se -Indonesia menjadi petani untuk ketahanan pangan.

Dengan pasukan santri untuk mengawal ketahanan pangan, karena saat ini Indonesia menghadapi devisit pangan 11-13 juta ton. Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan, krisis pangan dan krisis sosial.

“Kita terlibat langsung ketahanan pangan, dan santri akan terjun langsung ke sawah, guna bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia, khususnya agar santri di pesantren tidak kekurangan pangan sehingga tidak ada santri yang tidak makan,” tandasnya. (has/jek) (berita/artikel ini telah terbit di http://jurnalmojo.com/2020/08/15/yayasan-penguatan-peran-pesantren-indonesia-yp3i-launching-e-comerce-dan-program-gema-petani/)