Jelang Tanam Raya Gema Petani, YP3I, ACT dan Global Waqaf Foundation Distribusikan Bantuan Sembako Bagi Korban Banjir

YP3I, SURABAYA —Sebanyak 20 unit truk berisikan ribuan sembako dan air mineral didistribusikan kepada korban banjir melalui pesantren Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), Minggu (27/12/2020) di Surabaya, Jawa Timur.

Acara yang merupakan kerjasama antara YP3I – Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Global Waqaf Foundation ini diberikan langsung secara simbolis kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sekaligus melepas keberangkatkan puluhan truk tersebut.

Ketua Umum Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), Dr H Marzuki Alie, SE, MM menegaskan jika pendistribusian bantuan ini merupakan simbol dimulainya tanam raya gerakan masyarakat (Gema) Gema Pesantren untuk ketahanan pangan Indonesia (Petani) yang diprakarsai YP3I di atas lahan 500 hektare. “Semoga Allah meridhoi setiap upaya dan usaha kita,” kata Marzuki Ali.

Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) ini pun berharap dengan distribusi bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir di penghujung tahun ini. “Tentunya kita harap, bantuan yang ada dapat tepat sasaran,” harapnya.

Selain bantuan sembako kepada korban banjir, sepanjang 2020 ini pun telah berdiri Wakaf Distribution Center kedua yang diresmikan pada Jumat (25/12), berlokasi di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Peresmian Wakaf Distribution Center tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I).

Wakaf Distribution Center merupakan bagian dari program besar Wakaf Sawah Produktif yang diinisiasi oleh Global Wakaf-ACT, dengan tujuan memperkuat kemandirian pangan umat. Pusat layanan pangan dan bantuan kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata pemerataan serta mempercepat proses distribusi pangan dan logistik untuk wilayah Jawa Timur. Terlebih, kebutuhan pangan selalu mendesak untuk dipenuhi, baik dampak bencana alam maupun kemiskinan.

Untuk Gema Petani sendiri, beras dan kebutuhan pangan lainnya akan didistribusikan untuk masyarakat prasejahtera dan berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

Pembina YP3I KH. Mahfudz Syaubari mengatakan, para petani adalah pahlawan yang sebenarnya. “Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian. Inovasi para profesor ahli pertanian memungkinkan sawah tersebut bisa menghasilkan 16 ton per hektare,” tegasnya.

Hal ini mengingat, melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Program Wakaf Sawah Produktif melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat per bulan. Di luar itu, 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat. (andhiko tungga alam